Belajar Sesuai Cara Kerja Otak

Bagaimana belajar yang sesuai dengan cara kerja otak? Dalam belajar, kadang kita tidak memperhatikan dan dan memahami bagaimana mekanisme kerja otak kita dalam berpikir atau mengolah informasi yang kita pelajari, sehingga sering kali kita memaksakan otak kita untuk bekerja ekstra. Alhasil, kita mudah lelah atau pusing dan apa yang kita pelajari tidak ada yang tersimpan dalam memori otak kita. Nah, berikut akan dibahas bagaimana seharusya metode belajar yang pas, sesuai dengan cara kerja otak.

Gaya Belajar

Setiap orang unik, dan memiliki gaya belajar masing-masing. Sudahkah kamu mengenali gaya belajarmu? Meskipun duduk di kelas yang sama dan bersekolah di sekolah yang sama, gaya belajar ternyata tidak pernah sama. Bahkan anak kembar sekalipun, gaya belajarnya bisa berbeda.

Ada yang lebih mudah menangkap isi pelajaran jika disertai praktik. Tipe seperti ini lebih suka berada di laboratorium untuk mempelajari dan mengamati berbagai hal secara langsung ketimbang mendengar penjelasan guru. Sedangkan temannya yang lain mungkin lebih tertarik mengikuti pelajaran yang disertai dengan berbagai aspek gerak.

Ada juga yang harus berada di ruangan yang sunyi dan menutp pintu kamar rapat-rapat agar bisa berkonsentrasi belajar. Akan tetapi, cukup banyak juga yang mengaku pikiran mereka akan terbuka, justru, bila belajar sambil diselingi suara yang merdu, entah itu musik, bacaan Al-Quran dan sebagainya. Sementara sebagian yang lainnya merasa perlu mencorat-coret kertas dengan coretan yang mudah dipahami sendiri.

Ada 3 tipe gaya belajar yang yang biasa dijumpai :

Gaya Belajar Visual


Untuk mendukung gaya belajar ini, gunakan beragam bentuk grafis yang dapat megoptimalkan penglihatan dalam menyerap informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis tersebut bisa berupa coretan, slide, kartu-kartu bergambar, ilustrasi, atau film.

Ciri-ciri gaya belajar visual :
  1. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya anak akan melihat teman-teman lainnya terlebih dahulu kemudian baru dia bertindak.
  2. Senantiasa berusaha meliha bibir guru yang sedang mengajar.
  3. Cenderung menggunakan gerakan tubuh (saaat mengekspresikan dan menggantikan kata-kata) saat mengungkapkan sesuatu.
  4. Tak suka bicara di depan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain.
  5. Biasanya dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut dan ramai tanpa merasa terganggu;
  6. Biasanya kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
  7. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan.


Gaya Belajar Auditori

Gaya belajar ini menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk memahami sekaligus mengingat informasi atau materi pelajaran. Artinya, untuk bisa mudah mengingat dan memahami informasi tertentu, orang tersebut haruslah mendengarnya terlebih dahulu, di antaranya dengan cara membaa materi pelajaran dengan keras atau merekam materi pelajaran yang disampaikan di sekolah.

Ciri-ciri gaya belajar auditori :
  1. Dapat mengingat banyak sekali lagu atau iklan TV, bahkan dapat menirukannya secara tepat atau komplet.
  2. Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan kelompok atau kelas.
  3. Kurang cakap dalam mengerjakan tugas mengarang atau meulis.
  4. Cenderung banyak bicara.
  5. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
  6. Kurang tertarik memerhatikan hal-hal baru di lingkugan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru dan adanya papan pengumuman baru di pojok kelas.


Gaya Belajar Kinestetik.

Gaya belajar ini mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh, bergerakm atau melakukan sesuatu untuk dapat mengingat atau memahami infomasi atau materi pelajaran. Ada dua karakteristrik orang dengan model belajar seperti ini.

Karakteristik pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat peyerap utama untuk bisa memahami atau mengingat informasi atau materi pelajaran. Hanya dengan memegang sesuatu, seorang anak yang memiliki gaya belajar ini bisa memahami informasi terkait tanpa harus membaca penjelasannya.
Karakteristik berikutnya merupakan anak yang tak tahan duduk manis berlama-lama mendengarkan penyampaian materi pelajaran. Tak heran kalau individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik atau gerakan. Tak jarang, individu yang cenderung memiliki karakteristik seperti ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta yang terkandung. Nah, bagi kalian yang memiliki gaya belajar ini, dianjurkan untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model peraga. Namun, jangan lupa mengalokasikan waktu untuk beristirahat sejenak di tengah waktu belajar.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
  1. Memiliki koordinasi tubuh yang baik.
  2. Gemar menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya.
  3. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar.
  4. Amat sulit untuk berdiam diri/duduk manis.
  5. Suka mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya tetap aktif.
  6. Kesulitan mempelajari hal-hal yang abstrak (simbol matematika, peta, dan sebagainya)
  7. Cenderung terlihat “agak tertinggal” dibanding teman sebayanya. Padahal, ini disebabkan oleh tidak cocoknya gaya belajar anak dengan metode pegajaran yang selama ini umum diterapkan di sekolah.
Jadi, yang manakah gaya belajarmu? jika kamu sudah tau yang mana gaya belajarmu, maka yang harus kamu lakukan adalah mengoptimalkan gaya belajar tersebut. semoga bermanfaat.

Komentar